Peninggalan Nabi Sulaiman di Dunia, Candi Borobudur, Benarkah?

Peninggalan Nabi Sulaiman di DuniaDari sejarah Indonesia yang kita pelajari selama ini, kita mengetahui bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan Raja Syailendra. Pengkajian dan penelitian secara mendalam terhadap candi Borobudur pun dilakukan oleh seorang ilmuwan matematika muslim bernama Prof. DR KH Fahmi Basya. Hasil penelitian yang dilakukannya sangat mengejutkan, berdasarkan penemuannya kuat dugaan bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaeman.

Dalam kisah nabi diceritakan kehebatan dari Nabi Sulamean dengan mukjizat yang Allah anugerahkan kepadanya, yakni menaklukkan semua makhluk Allah, termasuk angin, jin, dan binatang. Nabi Sulaiman as diperkirakan hidup pada abad ke-9 sebelum masehi atau 3000 tahun yang lalu. sedangkan sebagaimana tercatat dalam buku sejarah bahwa candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh sinasti Syailendra sekitar 1200 tahun yang lalu. jadi jika mengacu pada buku sejarah, jelas tidak mungkin Borobudur adalah peninggalan nabi Sulaiman. Rentang waktu keduanya begitu jauh, nabi Sulaiman hidup pada masa sebelum masehi, sedangkan Syailendra hidup setelah masehi. Namun yang menjadi tolak ukur Fahmi basya bukanlah waktu, karena waktu ssebuah peninggalan sulit ditentukan secara pasti. Yang menjadi farameternya adalah bentuk relief yang terukir dalam candi Borobudur. Relief tersebut mengandung sebuah cerita yang dapat disandingkan dengan kisah yang berefensi Alquran. Memang benar adanya bahwa di sekitar Borobudur terdapat candi-candi lain seperti yakni Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, ada Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. hal ini mirip dengan kisah yang terdapat dalam Alquran mengenai Nabi Sulaiman. Di antaranya, mengenai hutan Saba atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, patung kematian Sulaiman, dan lainnya. berikut ini adalah bukti bahwa Borobudur merupakan peninggalan nabi sulaiman di dunia.

gambar patung budha di candi borobudur

Advertisement

Peninggalan Nabi Sulaiman di Dunia

  • Rekief-relief yang ada di Borobudur merupakan symbol yang mirip dengan kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba atau kita mengenalnya dengan Ratu Bilqis. Pertama mengenai tabut yakni sebuah kota yang diwariskan oleh Nabi Daud as kepada Nabi Sulaiman. Di daalmnya tersimpan ZABUR, Taurat, dan tongkat Musa serta member ketenangan. Di dalam relief Borobudur pun tergambar symbol tabut yang sedang dijaga oleh seseorang.
  • Pekerjaan jin yang tidak terselesaikan ketika mengetahui bahwa Nabi Sulaiman telah tiada. Dalam Alquran dikisahkan bagaimana para jin menghentikan pekerjaannya ketika Nabi Sulaiman wafat. Itu pula yang dutemukan di candi Borobudur, tampak sebuah patung yang belum selesai dipahat, itu mengindikasikan bahwa jin berhenti melakukan pekerjaannya karena mengetahui Nabi Sulaiman wafat dari tongkatnya yang telah dilahar rayap.
  • Para jin diberi perintah untuk membangun bangunan yang menjulang dan mendirikan patung-patung. Kita saksikan sekarang banyak patung-patung budha yang terpajang di Candi Borobudur, sedangkan yang dimaksud bangunan yang menjulang tinggi itu adalah Candi Prambanan.
  • Sulaiman bercengkrama dan berdialog dengan burung-burung dan jenis hewan lainnya. di relief candi Borobudur pula bisa kita temukan frame relief berupa bunga dan burung. Selain itu bentuk relief berupa sejumlah hewan seperti ajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya terukir di sana.
  • Kisah ratu Saba yang bersama pengikutnya melakukan penyembahan terhadap matahari dan sesame umat manusia. Saba memiliki arti berkumpul atau tempat berkumpul. Adapun ungkapan yang dikeluarkan burung hud-hud mengenai nama Saba karena ia tidak mengetahui nama daerah tersebut. tempat berkumpulnya manusia penyembah matahari ini menurut Fahmi basya adalah Candi Ratu Boko yang berlokasi sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarang ini pula sangat memungkinkan untuk ditempuh burung dalam sekali terbang.
  • Saba keberadaannya ada di negara Indonesia, yakni Wonosobo. Diceritakan dalam Alquran bahwa negeri Saba ditumbuhi dengan aneka ragam pohon. Tertera dalam Kamus Bahasa Jawi Kuno yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Wana Saba atau Wonosobo adalah Hutan Saba.
  • Buah maja yang memiliki rasa pahit. Diceritakan ketika banjir besar melanda negeri Saba, maka pohon-pohon disekitarnya pun menjadi pahit. Hal ini sebagi bentuk dari azab Allah yang diberikan kepada umat manusia yang mendustakan ayat-ayatnya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).’
  • Nama “Sulaiman” menunjukkan nama orang Jawa karena diawali dengan “Su”. Nabi Sulaiman adalah satu-satu Nabi diantara 25 Nabi dan Rasul yang memiliki nawa awalan Su.
  • Nabi Sulaiman menjadikan pos burung hud-hud ketika berkirim surat dengan Ratu Saba. Surat tersebut ditulit dalam pelat emas sebagai symbol kekayaan nabi Sulaiman. Pelat emas itu pla bisa Kamu temukan di sebuah kolah di Candi Ratu Boko.
  • Bangunan yang tinggal sedikit. Bangunan yang tinggal sedikit itu oleh fahmi Basya ditafsirkan sebagai Candi Ratu Boko, di sana bisa Kamu temua bangunan stupa yang hanya tinggal beberapa.

Baca juga : Daftar Kerajaan yang Pernah Ada di Indonesia

Demikian berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman di dunia menurut Fahmi Basya. Kamu boleh percaya ataupun tidak. Kamu juga bisa melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung atau membantah hal ini. untuk kebenaran yang sesungguhnya hanyalah milik Allah.

Peninggalan Nabi Sulaiman di Dunia, Candi Borobudur, Benarkah? | Ira Nurhasanah | 4.5